Posts

teror bom cctv, kejahatan cctv, berita cctv, jual cctv di sukabumi, pasang cctv di sukabumi, image security system, cctv sukabumi

Intip Pergerakan Teroris Bom, Terminal Purabaya Siapkan 48 CCTV

IMAGE – Belum lama ini kota Pasuruan, Jawa Timur dihebohkan dengan adanya ledakan bom di kawasan Bangil. Sayangnya, pelaku teror yang bernama Abdullah berhasil melarikan diri dan hingga kini pihak berwenang masih terus berupaya melacak keberadaannya.

Guna mempersempit ruang gerak pelaku, terminal Purabaya sudah mengoptimalkan 48 perangkat CCTV. Dari jumlah kamera yang ada , 16 di antaranya menggunakan kamera face recognize yang dapat mengenali wajah pelaku bila berada di area terminal.

Koordinator Kemanan UPTD Terminal Purabaya, Fadli, menyebutkan, semua data pribadi Abdullah sudah masuk ke dalam data server dari CCTV face recognize.

“Kamera face recognize akan mendeteksi pelaku dari bentuk wajah yang sesuai dengan data yang masuk ke server,” ujar Fadli.

Diharapkan, pemantauan keamanan kepada para calon penumpang di terminal Purabaya dapat membatu kinerja para petugas keamanan, TNI, Polri, untuk menemukani keberadaan Abdulaah saat ini.

(indosecuritysystem.com)

jual cctv di sukabumi, pasang cctv di sukabumi, cctv murah di sukabumi, harga cctv di sukabumi, tempat pasang cctv di sukabumi, toko cctv di sukabumi, servis cctv di sukabumi, cv image security system, image cctv sukabumi, alasan pasang kamera cctv

Cegah Pelecehan Seksual, Kereta Api Difasilitasi CCTV

IMAGE – Kondisi perjalanan kereta rel listrik (KRL) yang kerap memicu kejadian pelecehan seksual, membuat Komunitas KRL Mania terus mendesak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk memasang CCTV. Dengan adanya CCTV, segala aktivitas di gerbong KRL bisa terpantau dan terekam dengan baik.

Masukan tersebut diutarakan oleh Koordiantor Komunitas KRL Mania, Nurcahyo. Menurutnya, selain untuk mengawasi tindak kejahatan seperti pencopetan, rekaman kamera CCTV juga bisa dijadikan sebagai bukti terjadinya tindak pelecehan seksual di dalam gerbong KRL.

“Kami juga sudah bilang ke PT KCI supaya di dalam KRL ada CCTV. Jadi kalau ada hal begitu (pelecehan) bisa di-follow-up karena ada barang bukti,” kata Nurcahyo.

CCTV tersebut, menurutnya bisa dijadikan alat bukti karena selama ini yang terjadi antar korban dan pelaku seringkali saling tuduh.

Dengan tidak ada bukti visual, Nurcahyo mengatakan bahwa jika korban ingin melapor ke polisi maka akan sulit, terlebih di saat peristiwa tidak ada orang yang bersedia menjadi saksi dan pelaku tetap terus mengelak.

Pemasangan kamera CCTV tersebut dijelaskan Nurcahyo bukan hanya untuk kenyamanan para penumpang perempuan, namun juga bagi penumpang laki-laki.

“Kalau ada kasus pelecehan yang rugi bukan korban yang rata-rata perempuan, tapi cowok-cowok juga khawatir tertuduh sebagai pelaku, padahal bukan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, permintaan pihaknya kepada PT KCI sudah mendapat sambutan, namun mereka belum mau memasang CCTV karena masih dianggap kurang efektif dalam mengawasi tindak kriminal. “‘Mereka merespons, tapi katanya belum bisa dipasang. Katanya CCTV kurang efektif, enggak jelas katanya. Padahal itu bisa jadi minimal barang bukti,” pungkasnya.

(indoesecuritysystem.com)

Wuih… Danau Kelimutu akan Dipasang CCTV untuk Pantau Perubahan Warna

IMAGE – Pengelola Taman Nasional Kelimutu akan memasang beberapa unit kamera CCTV di sekitar kawasan Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari pemasangan CCTV ini adalah untuk memantau perkembangan perubahan warna setiap harinya di ketiga danau tersebut.

Tak hanya untuk tujuan tersebut, dengan hadirnya kamera CCTV, pengelola Taman Nasional Kelimutu juga bisa memantau aktivitas dan kondisi kunjungan wisatawan serta mengamati peristiwa lain yang terjadi di sekitar Danau Kelimutu.

“Dengan adanya CCTV kita bisa memantau mungkin ada pengunjung yang berdiri di dekat kawah sehingga mengancam keselamatan yang bersangkutan maka kita akan segera memberitau petugas yang ada untuk mengingatkan pengunjung tersebut,” ucap Kepala Taman Nasional Kelimutu (TNK), Agus Sitepu.

Dia menjelaskan, setiap perubahan warna Danau Kelimutu akan didokumentasikan melalui CCTV tersebut. Sehingga dalam satu tahun akan ada 365 foto atau video dokumentasi yang diabadikan dari CCTV milik TNK.

Dari dokumentasi tersebut bisa ditarik kesimpulan berapa kali perubahan warna yang terjadi di Danau Kelimutu dan keakuratannya bisa dipertanggungjawabkan dibandingkan sebelum pemasangan CCTV.

“Perubahan warna di Danau Kelimutu bisa saja lebih dari 100 kali dalam satu tahun, namun karena pada di masa lalu belum ada dokumentasi yang akurat, kami tidak bisa memastikan berapa kali perubahan warna yang terjadi pada Danau Kelimutu,” pungkasnya.

(sumber: Indosecuritysystem)